Jenis-Jenis Biaya Ekspor Barang ke luar Negeri

Kegiatan usaha tidak akan lepas dari yang namanya biaya. salah satunya adalah biaya pengiriman barang. Semua biaya harus dipikirkan dengan baik, karena akan mempengaruhi keuntungan usaha anda. Di zaman modern ini, banyak orang yang memilih untuk membeli barang secara online. Sehingga anda harus mengirim barang ke konsumen. Termasuk mengirim barang ke luar negeri atau ekspor. Berikut ini jenis-jenis biaya ekspor barang ke luar negeri yang harus anda ketahui.

biaya ekspor barang ke luar negeri
biaya ekspor barang ke luar negeri

1. Biaya Pengadaan Barang

Biaya pengadaan barang atau procurement cost terdiri dari:

  •  Biaya produksi
  • Biaya perolehan atau nilai barang

2. Biaya Pengelolaan Barang

Biaya pengelolaan barang atau handling charges terdiri dari:

  • Biaya pengepakan barang. Termasuk upah pengepakan, bahan pengepak,dan ongkos cetak
  • Upah angkut barang dari gudang ke pintu gudang
  • Biaya muat barang dari pintu gudang ke atas alat angkut dan ke dalam peti kemas
  • Biaya angkut dari gudang penimbunan sampai ke sisi kapal, dermaga peti kemas dan terminal peti kemas
  • Semua biaya diatas bisa dilakukan sendiri oleh pihak eksportir atau diserahkan ke badan usaha jasa transportasi

3. Biaya Untuk Pungutan Negara

Ketika melakukan pengiriman barang, anda akan dikenakan biaya untk pungutan negara atau export taxes. Yang terdiri dari:

  • Pajak ekspor dan pajak ekspor tambahan
  • Bea barang
  • Bea statistik
  • Pajak pertambahan nilai (PPN)

4. Biaya Jasa Pihak Ketiga

Anda juga harus membayar biaya jasa pihak ketiga atau third party service, yang terdiri dari:

  • Biaya jasa transportasi
  • Biaya provisi dan atau bunga bank
  • Premi asuransi
  • Biaya surveyor
  • Biaya sertifikat mutu
  • Biaya SKA negara atau Certificate of origin
  • Biaya sertifikasi
  • Biaya karantina tanaman
  • Biaya sertifikasi lainnya

Dengan adanya peraturan yang baru, semua biaya ekspor diatas sedikit diringankan. Sehingga para eksportir, tidak harus mengeluarkan biaya yang semakin besar. ini akan membuat harga barang bisa ditekan lebih besar. peraturan baru tersebut juga diharapkan bisa mendorong ekspor di indonesia. proses pengiriman barang ke luar negeri semakin tinggi. tidak hanya perusahaan besar yang bisa melakukannya. Perusahaan umkm pun sudah bisa melakukan pengiriman barang ke luar negeri

Tujuan dari peraturan terbaru tentang pembiayaan ekspor antara lain:

  1. Meningkatkan iklim usaha ekspor nasional
  2. Mempercepat proses kenaikan ekspor nasional
  3. Membantu proses produksi produksi indonesia semakin baik dan memiliki daya saing di luar negeri
  4. Mendorong para pelaku koperasi dan UMKM untuk bisa mengembangkan produknya dan berorientasi ekspor.

Untuk mempermudah proses pengiriman anda bisa menggunakan jasa pengiriman barang luar negeri. Sekarang semakin banyak agen yang menyediakan jasa tersebut. sehingga memudahkan para umkm yang masih baru untuk mengirim barang ke luar negeri, kilo.id termasuk jasa pengiriman barang yang akan membantu anda mengirim barang ke luar negeri. Sudah bekerja sama dengan agen luar negeri yang terpercaya. Sehingga bisa mengirim barang anda dengan aman sampai ke alamat tujuan.

Proses pengirimannya sangat mudah. Anda bisa langsung menghubungi cs terlebih dahulu. Kemudian barang anda akan ditimbang dan dhitung estimasi harganya. Anda melakukan pembayaran dan keluar airway bill. Proses packing dilakukan dan dijemput oleh kurir kilo.id. barang akan dihitung ulang berat dan volumenya. Jika ada selisih harga, akan dikonfirmasi.  Selanjutnya barang akan langsung dikirim.

Untuk keterangan lebih lanjut tentang biaya ekspor barang ke luar negeri. Anda bisa langsung menanyakan ke cs kilo.id. sekian informasi kali ini, semoga bermanfaat.

About the Author: Rumin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *