Memahami Take Over KPR dan Proses Mengurusnya

Rumah menjadi salah satu aset paling berharga atau investasi terbaik untuk dilakukan, karena memiliki nilai jual yang tinggi dan terus bertambah setiap tahunnya. Tetapi memiliki rumah tidaklah mudah, karena harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mendapatkannya. Solusinya dapat dengan mengajukan KPR atau Take Over KPR.

Hal ini tentunya dapat menjadi pilihan dan menarik untuk dipertimbangkan, karena semuanya memiliki manfaat yang sama. Dengan begitu membuat Anda tetap memiliki rumah impian sesuai dengan harapan kedepannya. Penasaran mengenai take over KPR dan bagaimana cara mengurusnya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Take Over KPR?

Berdasarkan pengertian yang ada, take over adalah pengambilalihan atau perpindahan kepemilikan dan pembayaran rumah kepada pihak tertentu. Hal ini diawasi dan diketahui oleh pihak bank dengan dasar hukum yang jelas dan berlaku. Adanya aktivitas seperti ini disebabkan oleh berbagai sebab dan alasan.

Take Over KPR
Take Over KPR

Biasanya banyak orang memilih dan melakukan hal tersebut, karena tidak sanggup melanjutkan pembayaran, mengurangi bunga bank terlalu tinggi, dan adanya kebutuhan dana yang mendesak. Sehingga keberlangsungan untuk melanjutkan KPR menjadi pertimbangan besar dan harus dipindahkan kepada pihak yang menginginkan.

Jenis-Jenis Take Over KPR

Ada beberapa jenis take over yang bisa Anda ketahui dan pahami secara bersama-sama, supaya dapat mengurusnya dengan mudah dan cepat. Berikut ini kami memberikan beberapa jenis yang ada, yaitu :

1. Take Over Antar Bank

Hal ini biasanya dialami oleh beberapa orang yang terjebak KPR bunga tinggi pada beberapa bank, namun seiring perjalanan mendapatkan penawaran bunga lebih rendah dari bank sebelumnya. Sehingga membuat Anda tertarik untuk berpindah dan memilih untuk take overnya secara langsung.

Namun untuk pengajuan proses ini membutuhkan waktu 12 bulan atau 1 tahun, karena pihak bank yang baru membutuhkan jaminan berupa sertifikat rumah. Jika Anda masih dalam tahap baru mencicil dan ingin untuk dipindahkan, lebih baik tahan sementara waktu saja.

2. Take Over Jual – Beli

Adanya tindakan ini disebabkan oleh seseorang yang sudah tidak sanggup melanjutkan KPR rumahnya, sehingga Anda mengambil alih dan melanjutkannya. Hal ini bisa dilakukan dan dapat melanjutkan cicilan KPR yang belum lunas tersebut. Dengan begitu, Anda tinggal langsung membeli dan melanjutkan cicilan yang belum lunas itu.

Untuk melakukan kegiatan ini, tentunya Anda harus melibat berbagai pihak baik dari Bank, Penjual, dan pembeli.

3. Take Over Bawah Tangan

Kegiatan ini rasanya tidak perlu diambil dan penuh resiko, karena nantinya akan merugikan Anda kedepannya sebagai pembeli. Sebab prosesnya hanya dilakukan antara penjual dan pembeli saja tanpa melibatkan pihak bank. Tentunya kegiatan ini terlalu beresiko dan nantinya apabila cicilan sudah lunas, pihak bank tidak memberikan sertifikat rumahnya.

Cara Mengurus Take Over KPR

1. Mempersiapkan Berbagai Syarat

Ada beberapa syarat yang perlu dipersiapkan untuk melakukan take over KPR tersebut, biasanya fotokopi akad kredit, fotokopi sertifikat rumah, fotokopi IMB, Fotokopi SPPT PBB selama 5 tahun, Fotokopi kwitansi pembayaran. Mengenai identitas sendiri ada beberapa yang harus ada mengenai fotokopi KTP, KK, Surat Nikah, NPWP, SK Pegawai Tetap, dan lainnya.

2. Proses Take Over Bank

Apabila Anda sudah melengkapi dan menyusun berbagai persyaratan yang ada, maka Anda dapat langsung melakukan proses take over. Pastikan Anda sudah memilih dan menentukan jenis bank yang ingin dipercayakan untuk melanjutkan cicilan atas rumah yang telah diambil alih tersebut dan langsung saja untuk proses pengajuan.

Biasanya pihak bank yang dituju tetap melakukan penilaian dan survei terlebih dahulu, selanjutnya apabila proses disetujui, maka Anda tinggal melunasi atau melakukan pembayaran cicilan bank lama dengan menggunakan KPR bank baru tersebut.

3. Proses Take Over Jual Beli

Dalam tahap ini untuk melakukannya tidak terlalu sulit dan ribet, karena prosesnya dapat dilakukan dengan mudah. Apalagi dengan syarat dan kebutuhan dokumen yang sama ketika mengajukan pinjaman sebelumnya. Tentunya antara pembeli dan penjual tinggal datang ke bank dan pihak bank tinggal melakukan pengecekan atau analisis.

Apabila sudah setuju, pihak bank tinggal mengeluarkan Akta Jual Beli (AJB) dan Surat Keterangan Mengalihan Hak Tanggungan (SKMHT). Namun dalam proses ini ada biaya penangguhan yang telah disepakati baik pembeli dan penjual.

Itulah beberapa proses untuk melakukan proses take over KPR dan untuk melakukannya tidak terlalu sulit, terpenting mengikuti proses dan ketentuan yang ada.

About the Author: Rumin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *