Perkembangan Vaksin Corona Pfizer Efektif Mencegah Penyebaran Covid-19 Hingga 90%

Perkembangan vaksin corona saat ini menjadi hal yang paling dinantikan. Pasalnya, vaksin merupakan cara paling efektif untuk menghentikan pandemi Covid-19 yang telah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia. Baru-baru ini terbukti vaksin corona Pfizer mampu mencegah penyebaran Covid-19 hingga 90%.

Ratusan kelompok peneliti sedang melakukan pengembangan vaksin hingga vaksin berhasil dan dapat didistribusikan ke seluruh dunia. Beberapa diantaranya sudah masuk uji klinis fase III, sedangkan beberapa masih perlu menjalani uji klinis fase I, II dan praklinis atau belum langsung diujikan pada manusia.

Vaksin Corona Pfizer Efektif 90% Cegah Penularan Covid-19

Perlombaan untuk membuat vaksinckorona tercepat masih terus berlangsung. Penemuan vaksin Covid-19 menjadi langkah besar yang sudah dinanti-nanti oleh banyak orang di seluruh dunia. Angka infeksi dunia menjadi 50 juta orang dan angka kematian telah melebihi 1,3 juta membuat banyak orang sangat berharap dengan vaksin corona ini.

Vaksin Corona Pfizer
Vaksin Corona Pfizer
sumber : SehatQ.com

Perusahaan farmasi Jerman BioNTech mengumumkan bahwa berdasarkan data batch pertama dari uji klinis fase ketiga, vaksin korona terbukti efektif mencegah penyebaran Covid-19 hingga 90%. Uji klinis vaksin tersebut untuk sementara bernama BNT162b2 dan dimulai pada 27 Juli 2020.

Data per 8 November 2020 menunjukkan sebanyak 43.538 relawan telah disuntik vaksin korona Pfizer di mana 38.955 telah mendapatkan dosis vaksin kedua. Sejauh ini, ribuan relawan belum melaporkan efek samping yang signifikan. Pfizer mengatakan dengan perkembangan yang menggembirakan ini, pihaknya akan mengajukan izin pada akhir November 2020 agar vaksin tersebut dapat digunakan secara terbatas.

Setelah itu, vaksin akan terus melewati proses pengujian agar sukses dan juga mengurangi efek samping. Masih banyak data yang dibutuhkan untuk memastikan efektivitas vaksin corona Pfizer agar hasilnya stabil. Pfizer mengatakan, jika uji klinis fase III berikutnya terus berjalan dengan lancar, maka akan menghasilkan sekitar 50 juta dosis vaksin pada akhir tahun 2020 dan sekitar 1,3 miliar dosis vaksin pada tahun 2021.

Melacak Perkembangan Vaksin Corona

Memasuki penghujung tahun 2020, perkembangan vaksin corona dinilai sangat pesat. Berawal dari data yang dirilis WHO per 3 November 2020, uji klinis terhadap 47 kandidat vaksin corona saat ini sedang dilakukan. Artinya, vaksin tersebut sudah diujicobakan langsung pada manusia dan 10 diantaranya sudah masuk uji klinis fase III. Masih berdasarkan data yang sama, hingga saat ini belum ada vaksin yang lolos uji klinis terakhir sebelum bisa tersebar luas. Vaksin corona yang sudah memasuki uji klinis fase III tersebut adalah:

  • Vaksin BioNTech yang bekerjasama dengan Pfizer dan Fosun Pharma
  • Vaksin buatan Gamaleya Research Institute, Rusia
  • Vaksin buatan Janssen Pharmaceutical Company
  • Vaksin dari Universitas Oxford yang bekerjasama dengan AstraZaneca
  • Vaksin Moderna
  • Vaksin Novavax
  • Vaksin produksi CanSino Biological Inc. yang bekerjasama dengan Beijing Institute of Biotechnology
  • Vaksin Sinopharm yang bekerjasama dengan Beijing Institute of Biological Products
  • Vaksin Sinopharm yang bekerjasama dengan Wuhan Institute of Biological Products
  • Vaksin Sinovac

Selain vaksin tersebut, masih ada 155 kandidat vaksin Covid-19 yang juga sedang menjalani fase praklinis atau pengujian laboratorium.

Memang vaksin corona sudah mengalami perkembangan yang mengarah ke arah positif. Namun kita tetap harus menjaga diri dan menjalankan protokol kesehatan untuk membantu mencegah dan memutuskan rantai virus corona. Selalu gunakan masker, jaga jarak minimal 2 meter, dan cuci tangan dengan air dan sabun mengalir. Jika tidak ada urusan penting, sebaiknya tetap di rumah saja.

About the Author: Rumin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *