Pneumonia : Penyakit Dengan Gejala yang Harus Diwaspadai

Pneumonia adalah penyakit yang menyerang paru-paru. Paru-paru merupakan organ tubuh sebagai pusat dari sistem pernapasan manusia. Peran paru-paru sangat penting bagi manusia. Menjaga kesehatan paru-paru bukan hanya tentang berolahraga atau makan makanan sehat.

Menghindari paparan asap rokok atau membersihkan lingkungan merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan paru-paru. Jangan biarkan paru-paru Anda terkena masalah kesehatan dari infeksi yang dikenal sebagai pneumonia.

Pneumonia adalah suatu kondisi di mana paru-paru menjadi meradang karena infeksi. Penyebab infeksi paru-paru sangat beragam, mulai dari virus, bakteri hingga jamur. Jika tidak ditangani dengan baik, pneumonia dapat menyebabkan komplikasi, seperti infeksi darah, abses paru, dan efusi pleura. Kenali gejala radang paru-paru agar bisa diobati sejak awal.

Pneumonia Adalah
Pneumonia

Inilah Gejala Pneumonia yang Perlu Diwaspadai

Pneumonia merupakan infeksi yang menyerang salah satu atau kedua paru-paru sehingga menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada kantung udara di paru-paru. Selain itu, kantung udara kecil di ujung jalan napas pasien juga bisa terisi air atau lendir. Inilah sebabnya mengapa pneumonia sering disebut sebagai paru-paru basah.

Biasanya gejala yang terjadi akibat pneumonia akan berbeda-beda pada setiap penderita. Gejala yang dialami mungkin termasuk dalam kategori gejala ringan hingga berat. Gejala pneumonia dapat muncul tiba-tiba atau berkembang perlahan dalam 24 hingga 48 jam setelah infeksi. Berikut beberapa gejala pneumonia yang harus diwaspadai:

  • Batuk berdahak.
  • Demam, berkeringat dan terkadang disertai menggigil.
  • Pernafasan menjadi lebih pendek.
  • Nyeri dada yang semakin parah saat menarik napas atau batuk.
  • Anoreksia, kekurangan energi, kelelahan terus menerus.
  • Mual dan muntah.
  • Merasa bingung.
  • Sakit kepala.

Beberapa gejala akan dirasakan berbeda tergantung usia dan tingkat keparahan pengidap pneumonia. Biasanya, pada anak di bawah 5 tahun, gejalanya disertai dengan napas cepat atau mengi. Anak-anak sering tidak memiliki gejala.

Namun, terkadang anak dengan pneumonia mengalami mual, muntah, gangguan makan dan minum. Lansia atau lanjut usia juga mengalami gejala yang lebih spesifik. Orang tua dengan pneumonia sering merasakan kondisi bingung sampai suhu tubuhnya turun di bawah normal.

Segera pergi ke rumah sakit terdekat jika Anda memiliki gejala yang berhubungan dengan pneumonia. Apalagi jika gejalanya sudah menyebabkan sesak napas, demam tinggi, perubahan warna biru pada kulit dan bibir, dan lebih parah lagi, batuk berdahak yang terjadi terus menerus.

Pengobatan untuk Pneumonia

Beberapa tes harus dilakukan untuk mendiagnosis pneumonia. Dari tes darah, rontgen dada, tes dahak. Jika pemeriksaan menunjukkan Anda menderita pneumonia, maka pengobatan harus dilakukan untuk menyembuhkan penyakit dan mencegah komplikasi yang mungkin timbul.

Perawatan juga disesuaikan dengan penyebab pneumonia, status kesehatan, dan usia orang yang terkena. Penting untuk selalu mengikuti saran dokter Anda mengenai pengobatan penderita pneumonia. Jangan lupa minum obat sesuai anjuran dokter.

Jika pneumonia disebabkan oleh bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengobati kondisi tersebut. Obat harus diminum sampai habis untuk waktu yang direkomendasikan oleh dokter. Hal ini untuk mencegah pneumonia datang kembali.

Pneumonia virus akan diobati dengan terapi antivirus. Selain itu, selama menjalani perawatan, Anda juga harus memenuhi kebutuhan istirahat dan nutrisi agar daya tahan tubuh kembali optimal. Ketika Anda telah dinyatakan sembuh namun masih dalam proses pemulihan total, sebaiknya hindari kontak dengan banyak orang.

Istirahat yang cukup, makan makanan yang sehat, dan penuhi kebutuhan cairan tubuh. Waktu pemulihan sangat bervariasi. Untuk itu, ingatlah untuk selalu menjaga kesehatan agar kembali sehat secara optimal. Pneumonia adalah penyakit yang berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat.

Recommended For You

About the Author: Rumin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *